Armatheinvadergirl's Blog

Just another WordPress.com weblog

Pesta Demokrasi November 13, 2009

Filed under: Uncategorized — armarmarma @ 7:56 am
Tags:

Hari ini, 8 Juli 2009, adalah hari di mana rakyat Indonesia melaksanakan pesta demokrasi dalam rangka memilih RI 1. Kandidat yang menjadi Capres-Cawapres adalah pasangan Mega-Prabowo (No.urut 1), SBY-Boediono (No.urut 2) dan JK-Wiranto (No.urut 3). Ketiga pasangan kandidat ini bukanlah orang baru di dunia perpolitikan Indonesia. Mereka adalah orang yang selama ini telah lama berkecimpung dalam pemerintahan. Megawati Soekarnoputri adalah putri proklamator Indonesia yang pernah menjabat sebagai wakil presiden pada pemerintahan Gus Dur dan bahkan pernah menjabat sebagai presiden pada periode 1999-2004. Prabowo sendiri adalah seorang jenderal purnawirawan yang pernah menjadi menantu orang no.1 di Indonesia dan selama beberapa tahun belakangan telah membina sebuah partai bernama Gerindra yang banyak menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat bawah. Lalu, Jusuf Kalla adalah pengusaha sukses dari timur yang pernah menjadi salah satu menteri pada pemerintahan Megawati dan menjadi wakil presiden pada periode 2004-2009. Kemudian, Jenderal purn. Wiranto adalah ketua sebuah partai bernama Hanura yang dulunya juga pernah mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu sebelumnya. Boediono sendiri adalah seorang calon wakil presiden tanpa dukungan partai yang pernah menjadi menteri pada pemerintahan Megawati. Dan trakhir, SBY adalah presiden RI pada periode 2004-2009 yang juga ketua umum partai demokrat. Namun, meski mereka adalah ‘orang lama’ yang telah berpengalaman memimpin Indonesia, ada beberapa hal menarik yang hendak saya soroti terkait proses menuju RI 1 kali ini.

Pertama, proses kampanye. Kampanye adalah upaya para kandidat untuk memperkenalkan visi-misi mereka pada masyarakat sekaligus cara agar mereka terpilih sebagai next RI 1 dan 2. Kampanye yang bersih dan tidak menjelek-jelekkan pasangan lain tentu sangat penting untuk dilakukan oleh para kandidat ini. Namun yang menarik adalah timses masing-masing kandidiat, bahkan para kandidat itu sendiri, masih latah mengartikan kampanye ini hanya sebagai ajang promosi diri mereka sendiri, bukan visi-misi mreka. Hal yang sangat disayangkan tentunya ketika para kandidat pemimpin negeri ini malah sibuk menjelek2kan lawan politiknya hanya demi memperoleh nama yang sedikit lebih bersih untuk dipilih rakyatnya.

Kemudian, curangisme juga mewarnai kampanye pemilu ini. Entah yang mana yang benar, masing-masing timses kandidat dan kandidat itu sendiri saling menuduh lawannya berbuat curang. Mulai dari isu money politic-lah, iklan kampanye yang melanggar demokrasi-lah,, dan sebagainya. Yang menarik menurut saya adalah bahwa para calon pemimpin negeri ini bahkan sudah menginjak-injak kepercayaan rakyat sebelum mereka resmi menjadi pemimpin. Bagaimana tidak, mereka sibuk dengan kontestasi politik dalam kampanye demi sebuah kekuasaan dan kekayaan, menempuh jalan curang atau menuduh lawannya curang, dan semuanya mengatasnamakan kepentingan rakyat. *sighh…*

Kedua,  Pemilu. Curangisme ternyata juga tak berhenti saat proses kampanye saja. Saat pemilu, pemilih di beberapa lokasi di Indonesia mendapati surat suara telah tercontreng. Tempat pemilihan suara juga ada yang didirikan di rumah dinas walikota padahal itu mempengaruhi netralitas lokasi pemilihan. Ckckck.. akan tumbuh menjadi negeri yang seperti apakah Indonesiaku jika memilih pemimpin pun dengan jalan curang?

Terakhir, pasca Pilpres. Segera setelah hasil Quick Count dan penghitungan resmi saling mendukung bahwa hasil pilpres memang menunjukkan kandidat yang sama yang terpilih menjadi presiden Indonesia untuk 5 tahun ke depan, berbagai isu kecurangan semakin digembar-gemborkan. Bahkan, Ketua mahkamah agung mengatakan bahwa jika kecurangan pada pilpres terbukti dilakukan secara sistematis dan masif maka hasil pilpres 8 Juli 2009 dibatalkan dan harus dilakukan pemilihan ulang. *Hmmph…* Berapa banyak lagi uang rakyat harus dihabiskan? Berapa banyak lagi kepercayaan rakyat yang harus dikikis? Berapa banyak lagi pesimisme rakyat tentang Indonesia yang sejahtera harus ditumbuhsuburkan?

Namun yang paling menarik adalah menyaksikan betapa pemilu presiden ini memang bak ajang unjuk diri demi ego sendiri ketika kandidat yang tidak terpilih enggan untuk legowo bahkan untuk sekedar menjabat tangan yang terpilih..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s