Armatheinvadergirl's Blog

Just another WordPress.com weblog

HUBUNGAN PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KOMUNITAS LOKAL June 21, 2009

Filed under: CSR — armarmarma @ 9:41 am
Tags: ,

HUBUNGAN PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT
DALAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
PT. NEWMONT NUSA TENGGARA DAN
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KOMUNITAS LOKAL

Disusun oleh :
Sri Arma Sepriani I34061168

Dosen:
Ekawati Sri Wahyuni
Pudji Muljono
Ratri Virianita

Asisten :
Mahmudi Siwi
Rizal Razak

DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2007
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
I.2. Perumusan Masalah
I.3. Tujuan Penulisan
I.4. Kegunaan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Bentuk-Bentuk Program Community Development
2.2. Pengaruh Program Community Development terhadap
Peningkatan Kesejahteraan Komunitas Lokal

BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis saya ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan jalan dan kemudahan bagi penulisan makalah akhir ini sehingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Shalawat dan salam tetap tercurah bagi Nabi besar Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.
Corporate Social Responsibility adalah komitmen dari bisnis atau perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meingkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal, dan masyarakat luas. Pemerintah baru-baru ini mengesahkan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT), yang di dalamnya mengatur CSR. Salah satu ketentuan dalam UU tersebut adalah kewajiban bagi perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR, karena pada dasarnya perusahaan pertambangan ini telah banyak mengambil sumberdaya yang awalnya adalah milik komunitas lokal. Keberadaan perusahaan pertambangan ini di tengah komunitas lokal juga telah menciptakan kecemburuan sosial karena ketimpangan antara fasilitas dan akses yang dimiliki perusahaan dengan warga komunitas, sehingga perusahaan harus melakukan program CSR untuk memberdayakan masyarakat (community development) sebagai usaha balas budi. Oleh karena itu, saya akan mengangkat beberapa masalah mengenai bentuk community development dalam program CSR salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia, yaitu PT. Newmont Nusa Tenggara, dan bagaimanakah pengaruhnya terhadap tingkat kesejahteraan komunitas lokal.
Terima kasih saya ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu penulisan makalah ini, terutama kepada dosen mata kuliah, yakni Bapak Pudji Muljono, Ibu Ekawati Sri Wahyuni, dan Ibu Ratri Virianita, serta asisten dosen, yaitu Rizal Razak dan Mahmudi Siwi, dan semua pihak yang tidak dapat saya ucapkan satu per satu. Saya menyadari bahwa tanpa bantuan, kerjasama, dan partisipasi semua pihak tersebut di atas, maka makalah ini tidak akan terselesaikan dengan baik.
Sebagai manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan, saya sangat mengarapkan kritik dan saran yang membangun yang dapat membuat makalah ini lebih baik lagi.
Bogor, 7 Januari 2008

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Definisi Corporate Social Responsibility (CSR) menurut World Business Council on Sustainable Development dalam Pambudi (2006) seperti dikutip oleh Mulyadi (2007) adalah komitmen dari bisnis atau perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meingkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal, dan masyarakat luas. Dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan berarti perusahaan mampu bertanggung jawab terhadap semua kegiatannya yang mempengaruhi manusia, komunitas mereka, dan lingkungan, yang pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan manusia dan masyarakat.
Program CSR ini telah mulai digalakkan di Indonesia sejak beberapa tahun belakangan. Pemerintah baru-baru ini bahkan mengesahkan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT), yang di dalamnya mengatur juga CSR. Salah satu ketentuan dalam UU tersebut adalah kewajiban bagi perusahaan untuk mengalokasikan dana CSR. Pengesahan UU tersebut dilakukan setelah sering terjadi konflik antara masyarakat dan perusahaan, seperti di Buyat, Sulawesi Utara (pertambangan emas oleh PT Newmont Minahasa Raya), Abepura, Papua (pertambangan emas oleh PT Freeport Indonesia), dan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (pertambangan gas oleh PT Lapindo Brantas Inc).
Menurut pemerintah, perusahaan-perusahaan berskala besar yang jelas-jelas berorientasi keuntungan (profit oriented) sebagai matra utama dan pertama dari perusahaan ini harus melaksanakan CSR karena pada dasarnya perusahaan pertambangan ini telah banyak mengambil sumberdaya yang awalnya adalah milik komunitas lokal. Keberadaan perusahaan pertambangan ini di tengah komunitas lokal juga telah menciptakan kecemburuan sosial karena ketimpangan antara fasilitas dan akses yang dimiliki perusahaan dengan warga komunitas. Oleh karena itu, sebagai usaha balas budi, perusahaan ini melakukan program CSR sebagai usaha pemberdayaan masyarakat (community development).

Pengembangan masyarakat (community development) adalah:
“suatu gerakan yang dirancang untuk meningkatkan taraf hidup keseluruhan komunitas melalui partisipasi aktif, dan jika memungkinkan, berdasarkan prakarsa komunitas. Hal ini meliputi berbagai kegiatan pembangunan tingkat distrik, baik yang dilakukan oleh pemerintah ataupun oleh lembaga-lembaga non-pemerintah. Pengembangan masyarakat harus memanfaatkan gerakan koperasi dan harus dilakukan melalui kerjasama yang erat dengan lembaga-lembaga pemerintahan setempat” (Brokensha dan Hodge, 1996, dalam Adi, 2001, dalam Nasdian, 2006).

Berdasarkan definisi di atas, disimpulkan bahwa community development merupakan upaya pemberdayaan untuk mendukung kesejahteraan dan kemandirian komunitas di mana di dalamnya terdapat unsur partisipasi.
PT. Newmont Nusa Tenggara yang merupakan salah satu perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia ternyata telah melakukan program CSR sebagai usaha peningkatan kesejahteraan komunitas lokal. Dari uraian di atas, menarik untuk dibahas dan diungkap seperti apa program CSR, khususnya program pengembangan masyarakatnya, yang dijalankan oleh perusahaan pertambangan berskala besar, PT. Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa, dan bagaimana pengaruh yang dirasakan masyarakat sekitar lokasi tambang terhadap tingkat kesejahteraan mereka.

1.2. Perumusan Masalah
Perumusan masalah yang akan saya bahas adalah sebagai berikut:
1. Program Community Development yang seperti apa yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara terhadap komunitas lokal?
2. Apakah pengaruh program pemberdayaan yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara terhadap peningkatan kesejahteraan komunitas lokal?

1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah:
1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan program Community Develpoment dalam CSR yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara.
2. Mengidentifikasi pengaruh program pemberdayaan yang dilakukan PT. Newmont Nusa Tenggara terhadap peningkatan kesejahteraan komunitas lokal.

1.4. Kegunaan Penulisan
Ada beberapa manfaat dari tulisan ini, antara lain:
1. Hasil penulisan diharapkan dapat berguna bagi penulis yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai program pengembangan masyarakat.
2. Hasil penulisan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan akademik dan mahasiswa, yakni agar lebih memahami program CSR, khususnya program Community Development dalam usaha pemberdayaan komunitas lokal di sekitar lokasi pertambangan PT, Newmont Nusa Tenggara.
3. Hasil penulisan diharapkan dapat diambil manfaatnya oleh masyarakat yakni agar dapat mengetahui gambaran mengenai tingkat kesejahteraan warga komunitas lokal, usaha-usaha pemberdayaan komunitas lokal, dan upaya-upaya untuk menjaga keberlanjutan usaha pemberdayaan komunitas lokal tersebut.
4. Hasil penulisan diharapkan dapat membantu pemerintah lokal dalam usaha peningkatan kesejahteraan komunitas lokal, meningkatkan sumberdaya informasi, alam, modal, dan sumberdaya manusia yang ada di komunitas tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Bentuk-Bentuk Program Community Development
Pengertian Corporate Social Responsibility menurut Bank Dunia adalah: “CSR is the commitment of business to contribute to sustainable economic development working with employees and their representatives, the local community and society at large to improve quality of life, in ways that are both good for business and good for development.” (Syam, 2007). Tanggung jawab sosial perusahaan berarti bahwa perusahaan mampu bertanggung jawab terhadap semua kegiatannya yang mempengaruhi manusia, komunitas mereka dan lingkungan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat berperilaku santun dan kooperatif terhadap eksistensi perusahaan, sementara perusahaan tetap dapat beroperasi secara sehat dalam mengejar keuntungan ekonominya sembari tetap meningkatkan tanggng jawab sosialnya terhadap lingkungannya, tanpa perlu khawatir akan adanya gangguan sosial (Achda, 2006 ).
Ada 5 pilar CSR menurut Ishak (2006) dalam Syam (2007), yaitu:
1. building human
Building human merupakan kemampuan perusahaan untuk memiliki dukungan sumber daya manusia yang andal (internal) dan eksternal (masyarakat). Perusahaan dituntut melakukan pemberdayaan, biasanya melalui community development,
2. strengthening economies
strengthening economies adalah memberdayakan ekonomi komunitas,
3. assessing social cohesion
assessing social cohesion maksudnya perusahaan menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar agar tak menimbulkan konflik,
4. encouraging good governance
encouraging good governance adalah perusahaan dijalankan dalam tata kelola yang baik,
5. protecting the environment
protecting the environment adalah perusahaan harus menjaga kelestarian lingkungan.

Dari berbagai pilar tersebut, pengembangan masyarakat (Community Development) adalah salah satu bentuknya. Community development menggambarkan makna yang penting dari dua konsep: community, bermakna kualitas hubungan sosial dan development, perubahan ke arah kemajuan yang terencana dan bersifat gradual. Makna ini penting untuk arti pengembangan masyarakat yang sesungguhnya (Blackburn, 1989, dalam Nasdian, 2006).
Menurut Utama (2007), terdapat beberapa bidang yang paling banyak diprioritaskan kalangan dunia usaha dalam program Community Development mereka, yaitu pelayanan kesehatan, keagamaan, dan pendidikan. Tabel 1 menunjukkan persentase prioritas bidang tersebut.

Tabel 1. Persentase Bidang Yang Paling Banyak Diprioritaskan Kalangan Dunia Usaha Dalam Program CSR
No Bidang Prioritas Persentase (%)
1. Pelayanan kesehatan :  82
2. Keagamaan                    : 61
3. Pendidikan                     : 57
Sumber: PIRAC, 2003, dalam Utama (2007)

Fokus program Community Development PT. Newmont Nusa Tenggara adalah mengembangkan SDM dan SDA di mana pendidikan sebagai kata kuncinya . Bentuk-bentuk kegiatannya adalah:
1. Kesehatan
Meliputi pemberantasan penyakit malaria, program kesehatan ibu dan anak, air dan sanitasi, pencegahan TBC dan Penyakit Menular Seksual, pendirian Posyandu dan Puskesmas, serta penyuluhan-penyuluhan kesehatan.
2. Pertanian
Meliputi peningkatan teknik pertanian melalui pelatihan dan Sekolah Lapangan Petani, penekanan pada sistem intensifikasi pertanian dan pertanian terpadu, yang mencakup peningkatan teknik pertanian, diversifikasi palawija, budi daya perikanan, pupuk organik, pengelolaan hama terpadu, pemasaran dan peningkatan keterampilan pemecahan masalah terhadap para petani, serta penyediaan bibit, pupuk organik, pengelolaan hama terpadu, pemasaran dan peningkatan keterampilan pemecahan masalah terhadap para petani.
Pada Maret 2007 lalu, di Dusun Sejorong, Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, dibangun bendungan Tiu Sepit senilai 4,8 miliar rupiah guna memanfaatkan sungai Santong sehingga kelak bisa mengairi 60 hektar sawah. Ini adalah bendungan ke-6 di daerah lingkar tambang PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sebelumnya, sudah dibangun dua bendungan di Satuan Pemukiman (SP) I Transmigrasii Tabiong untuk mengairi 200 hektar (ha) dan di Senutuk (300 ha), embung Puja (70 ha), embung Batu Bangkong di Benete (200 ha), Bendung Plampoo di Sekongkang (200 ha) dan rencananya satu lagi bendung di Murus Kecamatan Jereweh. Kalau sebelumnya, penduduk di sana dibantu beras untuk warga miskin. Kini sebaliknya, daerah lingkar tambang tersebut menjadi lumbung beras di KSB.
3. Pendidikan
Meliputi penekanan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru dan pendekatan manajemen berbasis sekolah. Untuk pendidikan non formal, berupa peningkatan pada pelatihan kejuruan, yaitu perbaikan otomotif, pengelasan, keterampilan komputer, bahasa Inggris, dan perbaikan listrik. Kemudian, sektor pendidikan informal juga menekankan pada pemberantasan buta huruf, dan penguatan kelembagaan kelompok mitra. Selain itu, program pengembangan masyarakat di bidang pendidikan juga meliputi pembangunan infrastruktur pendidikan, pelatihan, bantuan peralatan pendidikan, perpustakaan serta beasiswa.
PT Newmont Nusa Tenggara memulai pemberian program beasiswa pada 1998 sewaktu proyek Batu Hijau masih dalam tahap konstruksi. Program Beasiswa ini merupakan bentuk partisipasi aktif PT Newmont Nusa Tenggara dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal meliputi program pemberian beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat yang memiliki prestasi tinggi. Walaupun program ini terfokus pada pelajar dan mahasiswa yanjg berasal dari daerah sekitar tambang, pelajar dari semua daerah di Nusa Tenggara Barat dapat juga mengajukan lamaran beasiswa. Beasiswa diberikan tanpa kewajiban dari para pelajar kecuali mereka harus berhasil menyelesaikan pendidikannya. Pada tahun 2002, beasiswa diberikan kepada 500 mahasiswa dan pelajar SLTA dan pada tahun 2003 pada 620 mahasiswa dan pelajar SLTA.
PT Newmont Nusa Tenggara melaksanakan program perpustakaan keliling yang mencakup daerah sekitar Taliwang, Jereweh dan Sekongkang. Perpustakaan Keliling Dukungan pendidikan adalah salah satu pilar penting dalam program kemasyarakatan. Program yang populer ini memiliki lebih dari 2000 anggota dan menyediakan buku pendidikan dan bahan bacaan lain kepada anak sekolah dan masyarakat umum. Pengadaan bahan bacaan umum dilengkapi dengan bacaan ilmu pengetahuan, berita terbaru dan informasi lain.
4. Usaha Lokal
Merupakan upaya untuk meningkatkan usaha lokal sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bantuan meliputi usaha jahit menjahit, pabrik paving block, perbaikan kontainer, peralatan penggergajian, pertanian dan produk perikanan meliputi berbagai buah-buahan, sayur-sayuran, madu dan lain-lain, dan jasa kontrak termasuk pelatihan keterampilan keuangan mikro dan pelatihan keterampilan usaha. Di PT Newmont Nusa Tenggara, Prakarsa Pembelian Lokal telah dibentuk untuk meningkatkan pembelian barang dan jasa yang bersifat lokal, dan membantu usaha lokal memenuhi persyaratan PT. Newmont Nusa Tenggara. Saat ini, PT. Newmont Nusa Tenggara membeli 25 ton barang lokal setiap bulan untuk kebutuhan internal senilai 10 miliar rupiah per tahun. Dengan demikian, kapasitas usaha lokal akan meningkat dan mampu bersaing di luar area tambang.
Kemudian, pemberdayaan usaha lokal juga meliputi program bantuan pelatihan antara lain: jahit-menjahit, perbaikan kontainer, pelatihan ketrampilan keuangan mikro dan pelatihan ketrampilan usaha dan lainnya. Pesertanya mendapat sertifikasi pelatihan dengan berbagai keahlian diakui secara internasional.
Yayasan Pembangunan Ekonomi Sumbawa Barat adalah yayasan yang dibangun PT. Newmont Nusa Tenggara dalam usaha pengembangan komunitas lokal. Yayasan ini didirikan dengan bekerja sama dengan masyarakat lokal, LSM, dan pemerintah lokal. Pada tanggal 5-7 April 2006 lalu, YPESB bekerja sama dengan dengan Yayasan Kalimajari Denpasar, sebuah lembaga pendampingan dan pemerhati rumput laut, mengadakan pelatihan pada kurang lebih 30 orang petani rumput laut yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Jaya, Desa Labuan Kertasari, Kecamatan Taliwang (lihat lampiran). Pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan peserta tentang cara wirausaha rumput laut dan teknik budidaya yang baik untuk meningkatkan kuantitas kualitas hasil panen.
5. Pembangunan Infrastruktur
Meliputi perbaikan jalan dan drainase, perbaikan dan pembangunan gedung sekolah, pembangunan klinik, bantuan pemasangan listrik, sarana air bersih, irigasi, pembangunan tempat sarnpah dan pasar tradisional. Semua kegiatan infrastruktur dilakukan atas kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
Misalnya, pada April 2006, PT. Newmont Nusa Tenggara mengalokasikan dana sebesar 3,7 milyar rupiah untuk proyek pembangunan dam Plampo di Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, yang sebelumnya tidak berfungsi secara maksimal. Pembangunan kembali dam Pampo ini dilakukan atas usulan masyarakat setempat, pengerjaannya pun melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah setempat (lihat lampiran).
Lalu, pada tanggal 29 Agustus 2006 lalu, Asisten Manager Community Development PTNNT, H. Wagimin, meresmikan langsung proyek penyambungan listrik untuk warga Dusun Otak Keris, Desa Maluk, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, yang sejak dua tahun sebelumnya mendambakan adanya penerangan. Wilayah yang dihuni 32 kepala keluarga (KK) ini tidak diberikan hak atas penerangan dengan berbagai alasan klasik, apalagi di dusun ini jarak antara satu rumah dengan lainnya rata-rata 100 – 200 meter.
Kemudian, sejak Juli 2007, warga dusun Sejorong Desa Tongo di Kecamatan Sekongkang tidak lagi kesulitan air bersih. Setiap malam, mereka bisa mendapatkan air bersih gratis yang bahkan bisa langsung diminum sebanyak delapan liter. Begitu juga 1.800 keluarga di desa lainnya. Dispenser yang ditempatkan di Sejorong dan Dusun Tongo itu memang disediakan untuk warga yang selama ini kesulitan persediaan air bersih. Kapasitas mengisinya tiga galon setiap tiga menit. Sumber airnya dari sumur bor yang memiliki kemampuan tampung 200 liter, yang juga disalurkan melalui pipa ke rumah-rumah penduduk. Rencananya, diperbesar tangkinya agar bisa menampung 500 liter karena pompa airnya mengandalkan listrik dari genset yang hidup hanya pada malam hari saja. Sejak Juli 2007 ini juga, listrik rumah penduduk pun mendapatkan aliran dari genset yang dihidupkan untuk penerangan malam hari saja. Sebab desa ini tidak terjangkau aliran listrik PLN. Warga pun tidak perlu membayar untuk membeli solar genset. Setiap bulan sudah memperoleh suplai solar 300 drum berisi masing-masing 200 liter.

Partisipasi merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan masyarakat. Definisi partisipasi adalah:

”Partisipasi adalah proses aktif, inisiatif diambil oleh warga komunitias sendiri, dibimbing oleh cara berpikir mereka sendiri, dengan menggunakan sarana dan proses (lembaga dan mekanisme) dimana mereka menegaskan kontrol secara efektif. Partisipasi tersebut dapat dikategorikan: pertama, warga komunitas dilibatkan dalam tindakan yang telah dipikirkan atau dirancang oleh orang lain; kedua, partisipasi merupakan proses pembentukan kekuatan untuk keluar dari masalah sendiri. Titik tolak tolak partisipasi adalah memutuskan, bertindak, kemudian merefleksikan tindakan tersebut sebagai subyek yang sadar” .

PT. Newmont Nusa Tenggara berusaha menumbuhkan partisipasi komunitas lokal dalam upaya pengembangan masyarakatnya dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengelola sendiri sumber dayanya. Oleh karena itu, didirikanlah yayasan independen yang dikelola penuh oleh anggota masyarakat. Yayasan ini diberi nama Yayasan Olat Parigi (YOP).
Walaupun YOP didanai oleh PT Newmont Nusa Tenggara, upaya untuk mendapatkan dana tambahan tetap dilakukan. Tujuan dari yayasan ini adalah mendukung aspirasi masyarakat dan membantu mengidentifikasi dan menjalankan proyek masyarakat yang berasal dari masyarakat. Beberapa kegiatan YOP yang berhasil antara lain proyek pertanian, penanaman buah-buahan, perkebunan berkelanjutan, dan akua kultur.
Yayasan Olat Perigi (YOP) 2 wilayah Taliwang, menurut A. Rasyid, Koordinator YOP 2 Taliwang, pada tahun 2007 ini pihaknya telah memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan permintaan dari masyarakat itu sendiri, bukan ditentukan oleh lembaganya. Bantuan tersebut berupa 3 unit hand tractor bagi masing-masing kelompok tani untuk wilayah Brang Rea, Ai Suning dan Kecamatan Taliwang. Masyarakat yang memiliki usaha lain seperti berdagang maupun peternakan, termasuk usaha lain yang sedang digeluti masyarakat diupayakan diberikan bantuan sesuai kebutuhan. Di bidang ternak ikan karamba, YOP 2 telah memberikan bantuan 7.000 ekor bibit ikan nila gip. Dan periode selanjutnya YOP 2 mengupayakan 20.000 bibit ikan sesuai permintaan dari para peternak ikan karamba. Di samping itu, YOP 2 Taliwang akan mencoba membuat pilot project penanaman kacang tanah di lahan lebih dari 100 hektar atas kerja sama dengan kacang Garuda. Hanya saja sekarang masih dalam tahap penyelesaian administrasi.
Bantuan Sosial Aspek lain dari bantuan PT Newmont Nusa Tenggara kepada masyarakat adalah bantuan langsung. Bantuan utama meliputi bantuan bagi upaya penanggulangan musibah oleh pemerintah setempat, kegiatan kemasyarakatan dan budaya, pelatihan dan pendidikan, kegiatan keagamaan, seminar dan konferensi, program LSM dan pengembangan usaha kecil. Panitia bantuan sosial mencakup beberapa anggota manajemen PT Newmont Nusa Tenggara.

2.2. Pengaruh Program Community Development terhadap Peningkatan Kesejahteraan Komunitas Lokal
PT. Newmont Nusa Tenggara baru masuk ke Sumbawa untuk memulai konstruksi pada tahun 1997, dan memasuki tahap produksi pada tahun 2000. Perusahaan pertambangan ini diperkirakan akan berjalan hingga 20 sampai 25 tahun mendatang. Sejak awal kontruksinya, PT. Newmont Nusa Tenggara telah mulai melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan potensi sumber daya lokal yang ada, antara lain dengan program-program pelatihan bagi calon karyawan dan berbagai pelatihan pengembangan usaha lokal termasuk pertanian, peternakan, dan perikanan. Namun, karena perusahaan pertambangan ini masih tergolong baru, maka hasil dari upaya-upaya tersebut belum terlalu terlihat.
Tetapi, menurut Bupati KSB, Zulkifli Mahdy, program community development PT. Newmont Nusa Tenggara cukup efektif. Walaupun sebagian besar pelaksanaan konstruksinya ditangani sendiri oleh PT. Newmont Nusa Tenggara, tetapi hasil yang diterimanya justru semakin bagus. Kemudian, berbagai bantuan dari PT. Newmont Nusa Tenggara diakui telah mengubah wajah Sumbawa Barat. Masyarakat benar-benar merasakan adanya nilai tambah yang cukup besar manfaatnya dari bantuan dan fasilitas yang disediakan PT. Newmont Nusa Tenggara, seperti bantuan beasiswa pendidikan formal, pelatihan, pembangunan infrastruktur serta bantuan kegiatan sosial keagamaan. Saat ini, sebagian besar komunitas lokal telah mengenal air bersih, mendapat fasilitas penerangan, dan akses transportasi yang lebih mudah karena jalan yang telah diaspal. Selain itu, daerah lingkar tambang juga telah menjadi lumbung beras daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan, PT. Newmont Nusa Tengara (NNT) diminta untuk tidak ragu mengambil langkah untuk melanjutkan eksplorasi di kawasan Elang Dodo dan Rinti, Kecamatan Ropang, karena masyarakat kecamatan setempat sudah merasakan manfaat keberadaan perusahaan tambang emas dan tembaga ini dalam rangka menyejahterakan komunitas lokal.
Namun, keberadaan PT. Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa Barat ini bukan berarti tanpa keluhan. Keluhan yang mengemuka di antaranya kerusakan lingkungan hidup berupa tanah, air, udara, dan sumber daya biologi. Bahkan, PT. Newmont Nusa Tenggara sempat dituduh menjadi penyebab banjir yang hampir setiap tahun melanda Taliwang (lihat lampiran). Oleh karena itu, PT. Newmon Nusa Tenggara terus melaksanakan program pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dirancang khusus dalam upaya meminimalkan risiko dan bahaya terhadap pekerja, masyarakat serta flora fauna sekitarnya. Prioritas utama yang diidentifikasi selama pelaksanaan studi AMDAL adalah penempatan tailing.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Bentuk-bentuk kegiatan program community development pada program CSR PT. Newmont Nusa Tenggara berfokus pada lima hal, yaitu kesehatan, pertanian, pendidikan, usaha lokal, dan perbaikan infrastruktur. Program kesehatan meliputi usaha pemberantasan malaria, program kesehatan ibu dan anak, air dan sanitasi, pencegahan TBC dan Penyakit Menular Seksual, pendirian Posyandu dan Puskesmas, serta penyuluhan-penyuluhan kesehatan. Program pertanian meliputi peningkatan teknik pertanian, penekanan pada sistem intensifikasi pertanian dan pertanian terpadu,. Program pendidikan meliputi penekanan pada peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur pendidikan, pelatihan, bantuan peralatan pendidikan, perpustakaan dan beasiswa. Program usaha lokal meliputi program bantuan pelatihan antara lain: jahit-menjahit, perbaikan kontainer, pelatihan ketrampilan keuangan mikro dan pelatihan ketrampilan usaha dan lainnya. Dan program perbaikan infrstruktur meliputi perbaikan jalan dan drainase, perbaikan dan pembangunan gedung sekolah, pembangunan klinik, bantuan pemasangan listrik, sarana air bersih, irigasi, pembangunan tempat sarnpah dan pasar tradisional.
Kegiatan-kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. Masyarakat benar-benar merasakan adanya nilai tambah yang cukup besar manfaatnya dari bantuan dan fasilitas yang disediakan PT. Newmont Nusa Tenggara, seperti bantuan beasiswa pendidikan formal, pelatihan, pembangunan infrastruktur serta bantuan kegiatan sosial keagamaan. Saat ini, sebagian besar komunitas lokal telah mengenal air bersih, mendapat fasilitas penerangan, dan akses transportasi yang lebih mudah karena jalan yang telah diaspal. Selain itu, daerah lingkar tambang juga telah menjadi lumbung beras daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Bahkan, PT. Newmont Nusa Tengara (NNT) diminta untuk tidak ragu mengambil langkah untuk melanjutkan eksplorasi di kawasan Elang Dodo dan Rinti, Kecamatan Ropang, karena masyarakat kecamatan setempat sudah merasakan manfaat keberadaan perusahaan tambang emas dan tembaga ini dalam rangka menyejahterakan komunitas lokal.

3.2. Saran
Berdasarkan pembahasan di atas, dengan permasalahan bentuk-bentuk kegiatan program community development dan pengaruhnya terhadap peningkatan kesejahteraan komunitas lokal, penulis menyarankan:
1. PT. Newmont Nusa Tenggara hendaknya lebih memperhatikan dampak pertambangan terhadap keamanan lingkungan di sekitar lokasi tambang.
2. PT. Newmont Nusa Tenggara hendaknya lebih merata dalam penerapan program community development sehingga dapat menyentuh semua komunitas di lokasi lingkar tambang.
3. Pemerintah hendaknya lebih serius dan berpartisipasi dalam memberdayakan masyarakat lokal.

DAFTAR PUSTAKA

Achda, B. Tamam. 2006. Konteks Sosiologis Perkembangan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Implementasinya di Indonesia. http://www.menlh.go.id/serbaserbi/csr/sosiologi.pdf. Diakses pada tanggal 1 Desember 2007.

Anonim. 2007. Menentukan Sumberdaya Manusia dan Alam. http://www.batuhijau.com/ index.php?p=14#more-14. Diakses pada tanggal 2 Januari 2008.

Mulyadi, Devi. 2007. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) Dalam Usaha Pengembangan Masyarakat. Skripsi. Bogor: Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Nasdian, Fredian Tonny. Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bogor: Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Syam. 2007. Konsep Kedermawanan Korporasi Bisnis. http://ima-unhas.com/index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=52. Diakses pada tanggal 1 Desember 2007.

Utama, Harry Wahyudy. 2007. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Investasi Bukan Biaya. http://klikharry.com/detail.php?id=211. Diakses pada tanggal 1 Desember 2007.

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.